Sabtu, 18 April 2015

Sebuah Rumah

Sabtu, 18 April 2015

Dokumentasi oleh Zuhana AZ, 17 April 2015

Ada sebuah rumah dengan halaman yang lumayan luas. Rumah ini berdiri di atas tanah desa Ajung kecamatan Kalisat, Jember. Ia berpagar tanaman. Setelah pagar tanaman, ada jalan makadam. Jalan ini memisahkan halaman rumah dengan sembilan petak sawah di depannya. Setelah sembilan petak sawah ada terlihat beberapa rumah, tampak belakang. Tepat di samping kiri rumah terdapat pula sebuah rumah milik keluarga Supri, satu-satunya tetangga terdekat, hanya berjarak sepuluh langkah saja. Sementara di samping kanan terdapat sebuah kebun aneka pohon.

Rumah itu menghadap ke selatan.

"Dulu, daerah sekitar rumah ini adalah tempat bermain saya dan teman-teman," kata Erik, lelaki muda kelahiran Kalisat, 5 Februari 1991. Pendapat lain dikemukakan oleh Joko Purnomo, lelaki kelahiran tahun 1965. Ia bilang, "Ketika saya masih kecil, di kiri kanan dan belakang rumah ini dikelilingi oleh pohon coklat. Tuan rumah bukanlah orang yang galak. Kami bahkan diperbolehkan memetik dan memakan buah coklat tersebut."

Di tembok depan rumah bernomor 28 di JL. Kartini ini masih terdapat sebuah plakat nama bertuliskan R. Martomo, dialah pemilik rumah pertama. Menurut Ibu Sulasmini, perempuan kelahiran tahun 1938, R. Martomo kerap dipanggil Pak Raden.

"Pak Raden itu pendatang dari Jawa tengah. Kalau tidak salah ia dari Solo, datang ke Kalisat di pemula tahun 1920an sebagai seorang Masinis Kereta Api. Antara Pak Raden dan Bapak saya --Surodo Sumodiharjo yang juga pendatang dari Solo-- memiliki hubungan dekat. Mereka bersahabat hingga saya lahir dan bertumbuh," kata Ibu Sulasmini dengan bahasa campuran, Jawa namun sesekali diselipi bahasa Madura.

R. Martomo beserta istri --biasa dipanggil Bu Cung, kelahiran tahun 1904-- memiliki seorang putra bernama Barnawi. Barnawi lahir di tahun 1930. Kelak Barnawi menjadi seorang polisi di zaman revolusi kemerdekaan. Anak Barnawi yang pertama meninggal dunia. Nomor dua namanya Jono. Anak nomor tiga biasa dipanggil Mbak Kus. Anak keempat namanya Tole, dan yang bungsu adalah Supri.


R. Martomo beserta istri dan kolega, sekitar tahun 1930an. Repro oleh Ivan, 15 April 2015, atas seizin ahli waris yaitu Mbak Kus --Cucu dari R. Martomo

Jika Anda memasuki rumah ini maka Anda akan menjumpai sebuah pigura dengan foto seperti di atas. Saya menebak, itu adalah foto di pemula tahun 1930an di Kalisat, saat R. Martomo beserta istri baru tiba di Kalisat. Pihak kolonial Belanda memang memiliki perhatian yang tinggi terhadap dokumentasi foto.

Saya kira, proses pembangunan rumah juga dimulai di era tersebut, 1930an. Sayang sekali, saya sudah mengelilingi rumah dan tidak menemukan plakat atau tanda-tanda yang menunjukkan usia rumah.

Kini rumah tersebut telah saya kontrak selama satu tahun. Selain menjadi rumah hunian yang akan saya manfaatkan sebagai ruang menulis dan perpustakaan, ia juga dicita-citakan untuk merawat dan mengumpulkan kisah-kisah sejarah Jember wilayah Utara dan Timur.

Mengikuti kearifan masyarakat sekitar --desa Ajung kecamatan Kalisat-- dalam mencari hari baik, maka kami akan mulai berproses di rumah ini pada hari Senin, 20 April 2015. Doakan semoga kami bisa memberi manfaat meskipun mungkin tidak banyak. Terima kasih.

10 komentar:

  1. Ah, ini rupanya rumah bercat putih yang menghadap ke selatan itu. Doakan, semoga kami bisa bermain-main di rumah ini bersama kalian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Kami di sini setia menanti kehadiran keluarga Mbak Dey :)

      Hapus
  2. Rumah yang asri dan bersejarah
    moga suatu saat keluarga kami bisa bersilaturrahim ke sana, mas
    Akhirnya hanya do'a yang kami lantunkan, moga rumah ini penuh berkah manfaat buat mas Hakim sekeluarga. Selamat berkarya dan sukses selalu
    Salam buat mbak Prit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih Bu Icha :)

      Hapus
  3. Wah... senangnya menempati rumah yang asri. kelihatannya agak ke desa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar Mbak, rumah kontrakan kami ada di desa. Berkunjunglah ke sini Mbak Susi.

      Hapus
  4. persis kayak rumah mbah saya, halaman luas tembok bercat putih pagar tanaman (kembang sepatu), semoga lancar ya mas, inshaa Alla niat baik sellau membawa manfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Amin YRA. Terima kasih Mbak Ayu

      Hapus
  5. Bila suatu saat saya ke Kalisat, Jember, bolehkah saya menginap di rumah itu, Mas RZ Hakim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu, dengan senang hati dan dengan segala kesederhanaan kami akan menemani Pak Azzet. Monggo Pak Azzet, dalem aturi pinarak di Gang Lecang, Kalisat.

      Hapus

Mohon maaf, saya mengaktifkan moderasi pada kolom komentar, untuk entri yang lebih lawas --14 hari. Salam.

RZ Hakim © 2014